Beberapa Pemain Sepak Bola Yang Pernah Terlibat Perjudian

Beberapa Pemain Sepak Bola Yang Pernah Terlibat Perjudian

Chanceinsports – Pemain sepak bola hebat Eropa tentu tidak pernah jauh dari satu kemewahan, tetapi dibalik kemewahan itu tidak langsung dipakai untuk beberapa hal yang positif. Ada pemain sepak bola hebat Eropa yang memakai uangnya untuk beramal, tetapi ada pula yang memakainya untuk taruhan. Berikut pemain sepak bola hebat Eropa yang pernah turut serta pada permainan judi:

1. Michael Chopra

Michael Chopra
Michael Chopra

Bekas striker Cardiff City yang habiskan kariernya di beberapa seksi sepakbola Inggris rupanya sebagai seorang penjudi, bahkan juga dia mengaku kehilangan dua juta pounds karena taruhan. Dia mengaku jika ia tergabung dengan Sunderland untuk membayar utangnya yang diawali saat ia masih remaja, waktu itu Chopra bermain untuk Newcastle, di mana ia bertaruh sampai 30 ribu ponds dengan pemain lain diperjalanan ke arah laga.

Chopra hadapi dakwaan berat dari British Horseracing Authority karena rutinitas taruhan yang meresahkan. Sesudahnya ia habiskan waktu di klinik Sporting Chance, sebuah tubuh amal yang dibangun oleh legenda Arsenal Tony Adams yang sediakan sarana ketagihan dan pemulihan untuk beberapa olahragawan. Sesudah Inggris, Chopra habiskan waktu di Skotlandia dan India bersama Alloa Athletic dan Kerala Blasters, saat sebelum pensiun pada 2016.

2. Eidur Gudjohnsen

Eidur Gudjohnsen
Eidur Gudjohnsen

Bekas penyerang Chelsea, Eidur Gudjohnsen nikmati profesi yang penuh akan piala yang berjalan sepanjang dua dasawarsa, tapi ia sempat juga jadi korban iming-iming permainan judi. Diakuinya kehilangan nyaris 1/2 juta pound cuman dalam beberapa waktu, hal tersebut karena kesukaannya taruhan saat ia melewati laga sepakbola karena cidera. Gudjohnsen pernah bermain di Yunani, Cina, dan Belgia pada step akhir kariernya, dan semenjak itu berpindah ke dunia kepelatihan, pertama sebagai orang kepercayaan manager untuk team U-21 Islandia, saat sebelum jadi manager di club sepak bola Islandia FH.

3. Matthew Etherington

Matthew Etherington
Matthew Etherington

Etherington jadi salah satunya pemain sepak bola yang tidak lepas dari hingar bingar kemewahan yang jatuh karena sering taruhan, hingga dia pada akhirnya jadi pasien di klinik Sporting Chance. Bekas winger West Ham berusaha menantang ketagihan poker dan picuan kuda sepanjang tahun sebagai pemain sepak bola professional, dengan The Hammers pernah memberikannya utang 300.000 pound untuk Etherington yang terlilit 800.000 pound dalam utang judi.

Pemain berumur 39 tahun itu bekerja untuk memperoleh lencana kepelatihan UEFA sesudah pensiun dari sepakbola di tahun 2014 karena cidera punggung yang berulang-ulang. Dia selanjutnya mengetes kekuatannya dengan balik ke bekas club Peterborough United untuk mengurus team U-18 mereka.

4. Wayne Rooney

Wayne Rooney
Wayne Rooney

Pembuat gol paling banyak tim nasional Inggris selama hidup sering jadi pembicaraan hangat baik dalam atau luar lapangan dengan beberapa catatan jelek sejauh kariernya. Salah satunya permasalahan itu ialah permainan judi, dengan Rooney disampaikan pernah kehilangan 500.000 pound di casino Manchester karena ketidakdewasaannya dalam melakukan tindakan.

Legenda Setan Merah balik ke Inggris di awal tahun, tergabung dengan team Championship Derby County. Rooney ialah pemain reguler untuk team Philip Cocu, tapi itu ialah cara yang diselimuti pro-kontra karena sponsor khusus club ialah sebuah perusahaan taruhan namanya 32Red, apa sekarang Rooney memikir untuk kembali “berkarier” sebagai penjudi?

5. Kyle Lafferty

Kyle Lafferty
Kyle Lafferty

Bekas penyerang Rangers dan Burnley ini sudah mengaku ketagihan judi pada banyak peluang, mengatakan kebosanan sebagai argumen intinya untuk judi online sesudah latihan dan laga usai. Sering taruhan masalah laga sepakbola pernah mengakibatkan dianya mendapatkan denda dari FA sejumlah 23.000 pound untuk pemain internasional Irlandia Utara itu. Perjalanan Lafferty sudah mengantarnya ke Sunderland, Hearts, dan team Norwegia Sarpsborg 08 dalam tahun-tahun ini, tapi sekarang ini ia tergabung dengan team Serie B Reggina, dan masih jadi figure kunci untuk negaranya di bawah pelatih baru, Ian Baraclough.

6. Joey Barton

Joey Barton
Joey Barton

FA mempunyai “konsumen setia” yang curang berbentuk Barton, yang memberi banyak permasalahan ke tubuh sepakbola Inggris itu sepanjang tahun baik dalam atau di luar lapangan. Sesudah sepuluh tahun bertaruh pada laga sepak bola, bekas pemain tengah itu pada akhirnya dituduh pada 2016 karena menyalahi ketentuan mereka berkaitan permainan judi.

Bekas pemain Manchester City dan Newcastle itu disampaikan menempatkan 1.260 taruhan sepanjang masa itu, dan dikasih larangan 18 bulan atas perbuatannya. Ia awalnya sudah dikasih larangan satu laga karena menyalahi ketentuan taruhan Federasi Sepak Bola Skotlandia sepanjang bermain di Rangers.

Barton ialah pemain yang lain mempelajari kariernya ke management sesudah bermain, dan sekarang ini bertanggungjawab atas team League One, Fleetwood Town.

7. Paul Merson

Paul Merson
Paul Merson

Legenda Arsenal, Paul Merson, melawan banyak setan sejauh profesinya yang penuh kehormatan, dengan ketagihan alkohol dan beberapa obat dengan teratur tingkatkan kekuatan bawaannya dengan sepak bola.

Ia turut serta dalam permainan judi yang lama, dan disampaikan habiskan beberapa ribu pound dalam satu waktu dengan teratur, dengan keseluruhnya utangnya seputar £ tujuh juta memaksakan pada satu titik untuk jual tempat tinggalnya. Yang menarik adalah sebagai pemain sepak bola, taruhan yang dilakukan bukanlah dalam pertandingan bola. Melainkan permainan casino seperti judi slot ataupun baccarat yang dimainkan sama seperti para pesepakbola lainnya. Bekas striker saat ini populer karena kerjanya yang pandit di Sky Sports, sesudah bermain untuk bermacam club non-liga di Inggris dan Wales sesudah pekerjaannya yang sukses di Highbury.

Alasan Sepak Bola Sering Dijadikan Ajang Perjudian

Alasan Sepak Bola Sering Dijadikan Ajang Perjudian

Chanceinsports.com – Sepanjang liburan musim panas yang berjalan lebih kurang 3 bulan lama waktunya, ada beberapa transaksi bisnis yang terjadi, bagus untuk pelatih, pemain, dan sponsor. Rupanya, industri sports betting atau ‘pertaruhan olahraga’ jadi salah satu industri, yang sekarang ini memimpin kerja sama tim-tim Liga Inggris.

Cuman ada tiga club saja, yang tidak mempunyai kerja sama dengan instansi perjudian. Sementara, dari jumlahnya tim-tim itu, setengah dari bekasnya akan tampilkan simbol perusahaan sports betting itu di jersey khusus mereka.

Sudah pasti, ini memunculkan banyak pembicaraan berkenaan imbas industri perjudian dan pada industri olahraga secara global, baik dari segi komersil atau dari segi kepribadian.

Satu kesatuan

Sadar atau mungkin tidak, olahraga dan perjudian memang menjadi satu kesatuan. Kultur itu telah diawali semenjak beberapa ribu tahun lalu, baik oleh bangsa Yunani sebagai perintis Olimpiade, atau oleh beberapa orang Romawi. Pada Era ke-18, reputasi taruhan ini mulai tumbuh bersamaan dengan adanya banyak acara pacuan kuda. Secara cepat trend perjudian ini menyebar ke cabang olahraga lain.

Tetapi, karena dipandang banyak memberikan imbas negatif untuk mereka yang berperan serta, baru pada tengah Era ke-20, perjudian olahraga itu menjadi legal di Las Vegas, AS. Argumennya simpel, supaya lebih beberapa pengunjung yang dapat diambil untuk tiba ke Las Vegas.

Tehnologi online

Online Betting
Online Betting

Perkembangan tehnologi yang cepat, memberi imbas yang berarti untuk industri perjudian. Sekarang ini, jumlah perusahaan judi online telah semakin banyak, hingga siapa, dan dimanapun, dapat memperoleh akses yang gampang untuk beraktivitas judi.

Semenjak tahun kemarin, ada lebih kurang tujuh negara sisi di AS, yang sudah melegalkan perjudian. Perusahaan itu juga inovatif dalam membuat “mode” atau pilihan untuk taruhan yang lebih “soft”, atau yang kerap disebutkan dengan fantasy sports. Dengan makin bertambahnya orang, yang turut turut serta dalam spekulasi olahraga berbentuk apa saja, industri sports betting ini diprediksi akan capai nilai sejumlah 155,49 miliar dollar AS, atau sejumlah Rp 2,20 kuadriliun!

Dari segi komersil, besarnya industri spekulasi olahraga ini, terang langsung memberikan imbas yang berarti untuk dunia olahraga. Rerata, sebuah perusahaan judi olahraga habiskan seputar 25 % hasil dari penghasilan mereka untuk ongkos marketing, yang pada akhirnya diterima oleh lembaga olahraga berbentuk sponsorship untuk club, dan penempatan iklan untuk tayangan laga. Ada spekulasi olahraga menolong peningkatan viewership gelaran olahraga di dunia.

Dengan lakukan “investasi” moneter, beberapa petaruh mempunyai kerterikatan, dan membuat mereka lebih semangat untuk mengikut jalannya sebuah laga. Jadi spektator olahraga, ialah langkah awal untuk jadikan seorang penggemar.

“Big Data”

Ada tehnologi, membuat dunia olahraga jadi benar-benar rekat dengan big data, dari sejak proses awalnya rekrutmen, peningkatan atlet, atau untuk penggemar’ pengalaman. Lewat big data, seorang spektator dapat dengan gampang misalkan, untuk mendapatkan akses untuk ketahui berapa keras smash, yang dilaksanakan dengan seorang atlet badminton, atau berapakah jarak lari seorang atlet sepak bola dalam sebuah laga. Makin banyak data yang didapatkan, instansi sports betting itu akan semakin dapat memakainya untuk menarik konsumen setia baru.

Data itu dipakai bukan hanya untuk penganekaragaman mode perjudian, tapi juga untuk memberi info, seperti teori prediksi, skema performa sebuah team atau atlet, sampai saat yang pas untuk masukkan taruhan.

Semuanya selanjutnya dibungkus berbentuk content untuk beberapa penggemar, baik off-line atau digital. Adanya data-driven konten (content yang ditetapkan oleh data), karena itu beberapa orang, yang berperan serta dalam spekulasi olahraga, harus banyak membaca, dan lakukan penelitian yang dalam. Secara tidak sadar, mereka ‘dialihkan dan diganti’ jadi penggemar sebuah club, atau penggemar cabang olahraga tersebut.

Kerja sama Olahraga
Bisnis Olahraga
Bisnis Olahraga

Sebagai salah satunya perusahaan yang beroperasi di sektor big data untuk olahraga, Brilian Sports barusan merajut bermacam jenis kerja sama dengan beberapa liga sepakbola di dunia. Dengan Seri A (Liga Italia), Brilian Sports akan mendapatkan hak pemilikan sah untuk ambil data beberapa pertandingan Seri A, dengan memakai tekonologi, yang terpasang di tepi lapangan pada tiap stadion.

Disamping itu, mereka akan jadi pengawas untuk pastikan tidak ada perampokan kekayaan cendekiawan pada Serie A, misalkan berbentuk ambil data ilegal. Liga Jerman, Bundesliga, memiliki inisiatif untuk berpartner dengan Brilian Sports untuk menganalisis gerakan perjudian olahraga, saat laga sedang berjalan; ini diperuntukkan untuk menghindar korupsi dan match-fixing.

Match-fixing atau penataan laga, adalah rumor penting yang terkait dengan perjudian olahraga, ditambah karena hal tersebut menghancurkan kredibilitas, sebagai akar landasan industri olahraga. Jika anda adalah pemain judi bola tentunya akan menyadari bahwa tidak ada liga India di dalam bursa. hal itu  dikarenakan Liga India sangat rentan dengan Match Fixing. Bersamaan dengan adanya banyak data yang bisa dijangkau, karena itu analisis, yang dapat dilaksanakan untuk mempelajari korelasi di antara spekulasi dan laga yang berjalan, jadi semakin tepat.

Hal tersebut sudah pasti akan mempersulit beberapa aktor dibalik penataan laga itu. Sepak bola memang jadi salah satunya olahraga favorite yang ditaruhkan, karena tiap hari dan setiap waktu, tentu ada laga hebat, yang berjalan di beberapa seluruh dunia. Bermacam jenis kasus match-fixing atau korupsi di dunia sepak bola terus kedengar. Tetapi ini terjadi nyaris di semua cabang olahraga yang ada.

Roda positif

Sepintas benar ada roda positif yang tergulir, sebagai dampak dari spekulasi untuk dunia olaharaga. Tetapi kembali lagi, imbas negatifnya juga masih terus dirasa.

Hingga saat ini, peraturan berkenaan ruangan gerak sebuah instansi perjudian di dunia olahraga, masih cuman berkaitan dengan permasalahan ‘usia legal’ di wilayah itu, di mana mereka tidak dapat lakukan promo sports betting pada beberapa produk untuk anak di bawah usia, atau memakai atlet di bawah usia untuk aktivitas komersial apa saja.

Baru beberapa bulan kemarin, liga sepakbola di AS, Major League Soccer (MLS), jadi liga pertama di Amerika, yang memberi lampu hijau untuk perusahaan perjudian olahraga, untuk menjadi sponsor di jersey pemain atau di stadion.

Tiap organisasi olahraga tentu memiliki pendapat dan peraturannya masing-masing pada sports betting atau spekulasi di dunia olahraga. Tidak ada langkah yang jelas betul atau yang keliru, terkecuali ignorance, ‘ketidaktahuan’ pada bukti jika spekulasi menjadi sisi dari industri olahraga.