Alasan Sepak Bola Sering Dijadikan Ajang Perjudian

Alasan Sepak Bola Sering Dijadikan Ajang Perjudian

Alasan Sepak Bola Sering Dijadikan Ajang Perjudian

Chanceinsports.com – Sepanjang liburan musim panas yang berjalan lebih kurang 3 bulan lama waktunya, ada beberapa transaksi bisnis yang terjadi, bagus untuk pelatih, pemain, dan sponsor. Rupanya, industri sports betting atau ‘pertaruhan olahraga’ jadi salah satu industri, yang sekarang ini memimpin kerja sama tim-tim Liga Inggris.

Cuman ada tiga club saja, yang tidak mempunyai kerja sama dengan instansi perjudian. Sementara, dari jumlahnya tim-tim itu, setengah dari bekasnya akan tampilkan simbol perusahaan sports betting itu di jersey khusus mereka.

Sudah pasti, ini memunculkan banyak pembicaraan berkenaan imbas industri perjudian dan pada industri olahraga secara global, baik dari segi komersil atau dari segi kepribadian.

Satu kesatuan

Sadar atau mungkin tidak, olahraga dan perjudian memang menjadi satu kesatuan. Kultur itu telah diawali semenjak beberapa ribu tahun lalu, baik oleh bangsa Yunani sebagai perintis Olimpiade, atau oleh beberapa orang Romawi. Pada Era ke-18, reputasi taruhan ini mulai tumbuh bersamaan dengan adanya banyak acara pacuan kuda. Secara cepat trend perjudian ini menyebar ke cabang olahraga lain.

Tetapi, karena dipandang banyak memberikan imbas negatif untuk mereka yang berperan serta, baru pada tengah Era ke-20, perjudian olahraga itu menjadi legal di Las Vegas, AS. Argumennya simpel, supaya lebih beberapa pengunjung yang dapat diambil untuk tiba ke Las Vegas.

Tehnologi online

Online Betting
Online Betting

Perkembangan tehnologi yang cepat, memberi imbas yang berarti untuk industri perjudian. Sekarang ini, jumlah perusahaan judi online telah semakin banyak, hingga siapa, dan dimanapun, dapat memperoleh akses yang gampang untuk beraktivitas judi.

Semenjak tahun kemarin, ada lebih kurang tujuh negara sisi di AS, yang sudah melegalkan perjudian. Perusahaan itu juga inovatif dalam membuat “mode” atau pilihan untuk taruhan yang lebih “soft”, atau yang kerap disebutkan dengan fantasy sports. Dengan makin bertambahnya orang, yang turut turut serta dalam spekulasi olahraga berbentuk apa saja, industri sports betting ini diprediksi akan capai nilai sejumlah 155,49 miliar dollar AS, atau sejumlah Rp 2,20 kuadriliun!

Dari segi komersil, besarnya industri spekulasi olahraga ini, terang langsung memberikan imbas yang berarti untuk dunia olahraga. Rerata, sebuah perusahaan judi olahraga habiskan seputar 25 % hasil dari penghasilan mereka untuk ongkos marketing, yang pada akhirnya diterima oleh lembaga olahraga berbentuk sponsorship untuk club, dan penempatan iklan untuk tayangan laga. Ada spekulasi olahraga menolong peningkatan viewership gelaran olahraga di dunia.

Dengan lakukan “investasi” moneter, beberapa petaruh mempunyai kerterikatan, dan membuat mereka lebih semangat untuk mengikut jalannya sebuah laga. Jadi spektator olahraga, ialah langkah awal untuk jadikan seorang penggemar.

“Big Data”

Ada tehnologi, membuat dunia olahraga jadi benar-benar rekat dengan big data, dari sejak proses awalnya rekrutmen, peningkatan atlet, atau untuk penggemar’ pengalaman. Lewat big data, seorang spektator dapat dengan gampang misalkan, untuk mendapatkan akses untuk ketahui berapa keras smash, yang dilaksanakan dengan seorang atlet badminton, atau berapakah jarak lari seorang atlet sepak bola dalam sebuah laga. Makin banyak data yang didapatkan, instansi sports betting itu akan semakin dapat memakainya untuk menarik konsumen setia baru.

Data itu dipakai bukan hanya untuk penganekaragaman mode perjudian, tapi juga untuk memberi info, seperti teori prediksi, skema performa sebuah team atau atlet, sampai saat yang pas untuk masukkan taruhan.

Semuanya selanjutnya dibungkus berbentuk content untuk beberapa penggemar, baik off-line atau digital. Adanya data-driven konten (content yang ditetapkan oleh data), karena itu beberapa orang, yang berperan serta dalam spekulasi olahraga, harus banyak membaca, dan lakukan penelitian yang dalam. Secara tidak sadar, mereka ‘dialihkan dan diganti’ jadi penggemar sebuah club, atau penggemar cabang olahraga tersebut.

Kerja sama Olahraga
Bisnis Olahraga
Bisnis Olahraga

Sebagai salah satunya perusahaan yang beroperasi di sektor big data untuk olahraga, Brilian Sports barusan merajut bermacam jenis kerja sama dengan beberapa liga sepakbola di dunia. Dengan Seri A (Liga Italia), Brilian Sports akan mendapatkan hak pemilikan sah untuk ambil data beberapa pertandingan Seri A, dengan memakai tekonologi, yang terpasang di tepi lapangan pada tiap stadion.

Disamping itu, mereka akan jadi pengawas untuk pastikan tidak ada perampokan kekayaan cendekiawan pada Serie A, misalkan berbentuk ambil data ilegal. Liga Jerman, Bundesliga, memiliki inisiatif untuk berpartner dengan Brilian Sports untuk menganalisis gerakan perjudian olahraga, saat laga sedang berjalan; ini diperuntukkan untuk menghindar korupsi dan match-fixing.

Match-fixing atau penataan laga, adalah rumor penting yang terkait dengan perjudian olahraga, ditambah karena hal tersebut menghancurkan kredibilitas, sebagai akar landasan industri olahraga. Jika anda adalah pemain judi bola tentunya akan menyadari bahwa tidak ada liga India di dalam bursa. hal itu  dikarenakan Liga India sangat rentan dengan Match Fixing. Bersamaan dengan adanya banyak data yang bisa dijangkau, karena itu analisis, yang dapat dilaksanakan untuk mempelajari korelasi di antara spekulasi dan laga yang berjalan, jadi semakin tepat.

Hal tersebut sudah pasti akan mempersulit beberapa aktor dibalik penataan laga itu. Sepak bola memang jadi salah satunya olahraga favorite yang ditaruhkan, karena tiap hari dan setiap waktu, tentu ada laga hebat, yang berjalan di beberapa seluruh dunia. Bermacam jenis kasus match-fixing atau korupsi di dunia sepak bola terus kedengar. Tetapi ini terjadi nyaris di semua cabang olahraga yang ada.

Roda positif

Sepintas benar ada roda positif yang tergulir, sebagai dampak dari spekulasi untuk dunia olaharaga. Tetapi kembali lagi, imbas negatifnya juga masih terus dirasa.

Hingga saat ini, peraturan berkenaan ruangan gerak sebuah instansi perjudian di dunia olahraga, masih cuman berkaitan dengan permasalahan ‘usia legal’ di wilayah itu, di mana mereka tidak dapat lakukan promo sports betting pada beberapa produk untuk anak di bawah usia, atau memakai atlet di bawah usia untuk aktivitas komersial apa saja.

Baru beberapa bulan kemarin, liga sepakbola di AS, Major League Soccer (MLS), jadi liga pertama di Amerika, yang memberi lampu hijau untuk perusahaan perjudian olahraga, untuk menjadi sponsor di jersey pemain atau di stadion.

Tiap organisasi olahraga tentu memiliki pendapat dan peraturannya masing-masing pada sports betting atau spekulasi di dunia olahraga. Tidak ada langkah yang jelas betul atau yang keliru, terkecuali ignorance, ‘ketidaktahuan’ pada bukti jika spekulasi menjadi sisi dari industri olahraga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *